Minggu, 25 Desember 2011

Pressure Vessel

Sumber: Migas-Indonesia.com


"Efendy Juntak"


selamat soree semua nya..

saya mau minta tolong kepada semua rekan- milist,tentang cara penghitungan Pressure vessel dan design nya.
ada ngga program yang dapat membantu dalam penghitungan kekuatan plat yang akan digunakan?
terimakasih,



Dear Pak Efendy.

Untuk menghitung mechanical strength dari Pressure Vessel, diperlukan Data data sebagai berikut :
1. Size / Ukuran (Internal Diameter, Length Tangen to Tangen)
2. Design Pressure & Design Temperature
3. Jenis Material.
4. Type Shell & Head.
5. Posisi Pressure Vessel (Horizontal or Vertical) untuk mendesign support.
6. S.G Fluida yang terdapat di dalam vessel
7. Ukuran Nozzle.
8. External Load (Piping, Platform, Beban Angin, Beban Gempa)

Dari data2 tersebut dikalkulasi hingga menghasilkan :
1. Shell & Head Thickness.
2. Equipment Weight.
3. Stress & Moment
4. etc

Untuk step2 design-nya bapak bisa mengacu pada :
1. ASME Section VIII Div.1 Rule for Construction of Pressure Vessel.
2. Pressure Vessel Handbook, karangan Eugene F Megyesy
3. Pressure Vessel Design Manual, karangan Dennis Moss
4. Pressure Vessel Design Handbook, karangan Henry Bednard

Untuk software-nya yang paling sering digunakan :
1. PV Elite.
2. Compress.
3. Disasu.

Mudah-mudahan bisa membantu.


Suharto

Dear All,

Untuk vessel dengan tekanan tinggi yang memerlukan shell sangat tebal , ASME Sec VIII Div.2 membolehkan penggunaan Finite Element Method / Analysis.

Saya jarang sekali menjumpai Vessel Engineer yang mahir menggunakan  Finite Element Method / Analysis.

Barangkali kalau ada pihak yang bersedia mengadakan kursus Finite Element Method / Analysis khusus untuk aplikasi pressure vessel akan sangat membantu mereka.



Dear Pak Suharto,

Applikasi Finite Element Method / Analysis untuk design Pressure Vessel  memang dimungkinkan dan diperbolehkan sesuai code ASME Div.2.
Namun dalam sebuah "perjalanan" design bejana tekan, tentunya kita juga  harus memperhatikan requirement-requirement dari project tersebut.  Dan ketentuan untuk "berkiblat" kepada sebuah code standard tertentu  (ASME, BS....etc) pasti juga disyaratkan.
Kalau kita cermati dalam code & standard design (misalnya ASME), tidak  hanya mengatur/calculation formula tentang minimum design thickness yang  berdasarkan fungsi pressure, temperature, yield stress material saja,  namun dari hasil perhitungan tersebut juga diatur mengenai requirement  treatment yang lainnya seperti PWHT, HST, .... dan perhitungan-perhitungan  lainnya.
Dalam hal ini, kemampuan Finite Element Method / Analysis terbatas,  sehingga diperlukan additional calculation untuk memenuhi kriteria design  sebuah pressure vessel.
Sedangkan aplikasi dari Software Compress, PVElite, Disasu......sudah  otomatis mengikuti dari kriteria design yang disyaratkan oleh ASME. Jadi penggunaan Finite Element Method / Analysis untuk design pressure  vessel menjadi tidak effisien, kecuali ada special requirement yang  berhububungan dengan special service dari equipment.

ASME VIII Div.2 membolehkan penggunaan Finite Element Method / Analysis  dalam design PV nya. Namun perlu diingat bahwa "filosofi" dasar dari div  ini adalah "Alternative Rules".
Tujuannya adalah untuk mendapatkan nilai effisiensi material.  Dengan Div.2 akan kita dapatkan minimum design material yang lebih tipis  dari minimum design material yang disyaratkan di Div.1.
Namun, ketentuan-ketentuan design lain di belakangnya akan menjadi lebih  ketat daripada Div.1.
Hal tersebut akan menjadi pertimbangan penting khususnya dari segi design  and fabrication cost.

Demikian tanggapan kami perihal diatas.
Mohon maaf apabila ada kesalahan.


Suharto

Betul sekali apa yang disampaikan Pak Yosca di bawah ini.

Perlu juga ditekankan bahwa penggunaan Finite Element Method / Analysis ini justru akan lebih bermanfaat dikala kita tidak menemukan formula/rumus standar di dalam Code. Misalnya dalam hal mencari stress concentration dalam bentuk lekukan-lekukan yang rumit yang rumus empirisnya tidak ada dalam Code maupun software untuk mendisain pressure vessel seperti Compress, PVElite & Disasu. Dalam kasus seperti ini seorang Vessel Engineer dituntut untuk membuktikan kebenaran designnya dan salah satu cara yang ampuh adalah dengan menggunakan Finite Element Method / Analysis. Dengan sering menggunakan Finite Element Method / Analysis saya yakin seorang Engineer akan mempunyai feeling yang jauh lebih tajam dari mereka yang tidak pernah / jarang memakainya.

Memang betul ada additional engineering cost untuk penggunaan Finite Element Method / Analysis, namun untuk meningkatkan daya saing dan untuk lebih memikat hati Client, saya yakin knowledge investment seperti ini justru akan memberikan nilai tambah.

Saya sendiri selama beberapa tahun bekerja di sebuah Engineering & Construction Company di USA melihat banyak vessel engineer muda yang mahir menggunakan Finite Element Method / Analysis dan mereka menggunakannya secara rutin. Mereka menggunakannya tidak hanya untuk menganalisa stress distribution tetapi juga temperature distribution. Hal ini akan sangat membantu dalam pemilihan material yang berhubungan dengan stress corrosion yang berdampak pada optimalisasi disain.


honotjipto

Kalau Bapak punya buku nya ASME 8 bisa dilihat disana komplet dengan rumus nya atau bapak bisa hire seorang naval arsitektur yang sudah biasa ngitung kapal


Dudi Budiman

Maksudnya ASME VIII pak, Naval  Architecture yang sudah biasa ngitung kapal ? (Konstruksi kapal) apakah ada hubungannya dengan Pressure Vessel ?

Maksudnya (kamus)  Vessel  = kapal atau ship atau boat, akan tetapi Pressure Vessel = bejana bertekanan, wadah bertekanan

Kalau mau hire untuk PV bukan seorang Naval Arch. Atau Naval Engineer akan tetapi seorang Mechanical Engineer (Static) atau Pressure-vessel Engineer

Di ASME VIII nggak ada perhitungan-perhitungan kapal

Untuk perhitungan di komputernya bisa digunakan PVElite atau Compress

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar